Jumat, 12 Juli 2013

Cerita Pengalaman Mengikuti USM STAN


sumber gambar: http://www.bppk.depkeu.go.id
Halo! Sebelumnya gue kasih tau kalo postingan ini ga pake kata-kata baku dan resmi seperti postingan lain di blog ini, karena gue akan ngasih tips atau lebih tepatnya pengalaman saat gue dulu tes USM STAN 2008

Pertama kali denger tentang kampus STAN pada tahun 2007, saat gue kelas 2 SMA, dari temen. Saat itu katanya ada kampus di Jakarta sana yang ga bayar kuliahnya dan lulusannya langsung jadi CPNS Kemenkeu. Gue saat itu percaya ga percaya aja. Informasi tentang STAN sangat susah didapat soalnya internet masih sangat langka saat itu. Well kita Cuma dapet info-infonya dari alumni yang diterima disana, jadi nanya-nanya gitu :))te

Ga lama kemudian gue cerita ke Ibu, bahwa ternyata ada kampus yang biaya kuliahnya gratis. Ada sedikit harapan buat nerusin kuliah, pikirku kala itu. Saat itu gue bukanlah anak berprestasi di sekolah. Tapi entah kenapa, gue ga mikir kalo saingannya STAN bakal banyak banget, pokoknya yang gue lakuin cuma belajar, belajar soal2 dari fotokopian buku temen.

Gue sempat ikut Try Out di kotaku dan saat itu dapet urutan 100an. Dan gue ga mikir apa2 tentang peluang masuk nanti, pokoknya belajar aja. Gue terbiasa belajar sambil nonton tivi ma Ibu.

Well, singkat cerita hari tes pun tiba. Gue dan temen-temen berangkat hari jum'at dari Kediri ke kota Malang, tempat kami mengikuti ujian hari minggunya.

Hari sabtu sore kami semua sudah bisa memeriksa ruangan. Gue pun menelusuri kampus tempat tesku untuk nyari lokasi tes. Sesampainya di depan ruangan, gue buka pintunya, eh ternyata ga dikunci. Yaudah masuk (aslinya sih ga boleh). Gue lihat meja tempat tes, mengamati ruangan, dan ternyata ga ada jam dinding. Lalu gue nyari lokasi toilet. Well semua sudah di cek. Pulangnya gue sempatin nyari jam tangan, karena kalo ikut USM STAN tanpa perencanaan waktu sama aja lo bunuh diri.

Malam sebelum tes, gue terbiasa berdiam diri di kamar, bukan belajar, namun sekadar melamun. Ya buat menata mental aja. jam 9 teng tidur. apapun alasannya. Jam setengah 4 gue dan beberapa temen bangun untuk sholat malem, sambil berdoa tentunya agar diberi kelancaran. Kami ga tidur lagi, kita masak sendiri untuk mempersiapkan sarapan pagi.

Sekitar jam 6 lebih sedikit gue berangkat. Semuanya benar-benar kita siapkan dengan rapi, mulai dari berangkat, tidur, sarapan, dll. Ya gue sangat siap. Sekitar jam 7 kurang gue udah nyampe lokasi, padahal saat itu tes baru mulai jam 8 lebih. Gue punya kebiasaan sms orang-orang sebelum tes apapun. Saat itu yg gue sms adalah tentor bimbel dulu, meski bukan bimbel STAN. Balesan2 dari mereka sangat berarti untuk nambah kesiapan mental.

Gue ke toilet lebih dari 3 kali sebelum tes, jangan sampai ketika tes kebelet karena akan merusak konsentrasi. Tes pun tiba, semua peralatan siap, bahkan gue sempat maju hanya untuk benerin tas miring yang ga enak dipandang mata. Gue patokin kerjain 30 menit, lalu kemudian diitemin, lalu lompat di bahasa inggris. 30 menit pertama kerjakan soal TPA yang gampang sebanyak-banyaknya, lalu hitamkan. 30 menit berikutnya kerjain soal bahasa inggris sebanyak-banyaknya, lalu hitamkan. 30 menit berikutnya ke TPA lagi, sisa 60 menit silakan kerjakan secara random. Gue dulu kayak gitu, sehingga hampir semua soal gue kerjain. Sedangkan bahasa inggris gue isi semua karena memang lemah di bahasa inggris. Umpama mengendarai motor, maka bayangkan saat itu lo ngendarai dengan kecepatan 120 km/jam. bagaimana rasanya? tentu akan susah mengendalikan arahnya kan? ya memang gitu, ga ada waktu untuk berpikir berlama-lama di USM STAN, kecepatan dan ketepatan mengerjakan adalah segalanya. Di tengah2 pengerjaan pasti otak lelah, tapi di USM STAN lo harus pacu terus agar target terlewati.

Gue agak PD diterima, dan akhirnya memang diterima. Dari sekitar 10 anak rombongan tadi, 3 diantaranya, termasuk gue, yang diterima. Semua karena kehendak Tuhan, yang dibarengi dengan persiapan dan perencanaan yang matang dan rapi, serta mental yang kuat.

Selamat menghadapi USM STAN 2013 :))