Kamis, 14 Maret 2013

Jurusan D1 STAN


Sumber: http://fiscuswannabe.web.id
Tahun 2011 kemarin, STAN membuka penerimaan mahasiswa baru, namun saat itu cuma buka dua jurusan, yaitu D1 Pajak dan D1 Bea Cukai. Pada dasarnya jurusan yang dibuka di STAN ditentukan oleh proyeksi kebutuhan pegawai di tahun dimana calon mahasiswa lulus nanti, serta kebijakan pimpinan.

Mayoritas anak pasti lebih pengen kuliah di D3, dengan berbagai pertimbangan. Misalnya lebih tinggi pangkat dan pendapatan ketika lulus. Namun apakah sepenuhnya begitu? Nah seperti apakah kuliah di D1 STAN dan apa aja bedanya dengan D3?

Masa Kuliah
masa kuliah D1 cuma satu tahun, jadi cuma ada 2 kali masa semester, sehingga 'peluang' ter-DO itu relatif lebih kecil dari D3. tugas akhirnya juga ga terlalu sulit, yaitu membuat kayak makalah gitu

Tempat Kuliah
tempat kuliah ditentukan oleh pihak STAN ketika pengumuman hasil USM, bisa di STAN jakarta, atau di Balai Diklat Keuangan di daerah seperti bali, malang, makassar, medan, palembang, cimahi, jogja, pekanbaru, dll

Setelah Lulus
setelah lulus D1 STAN, maka akan ada psikotes. kemudian langsung magang sekitar 1 tahun. sehabis magang, akan ada Prajabatan yakni diklat pemantapan menjadi CPNS. Setelah lulus Prajab maka kita akan ditempatkan dan tinggal menunggu SK PNS. jadi ga langsung lulus D1, umur 18 tahun masih unyu2 kerja dan nrima gaji jutaan, tapi magang trus prajab dulu.

Masa Wajib Kerja
wajib kerja lulusan D1 adalah 4 tahun.

Penempatan Kerja
penempatan kurang lebih sama dengan yang D3, yaitu di seluruh indonesia

Karier
lulusan D1 masuk ke pegawai golongan II-A, sedangkan lulusan D3 masuk ke golongan II-C. Kenaikan pangkat PNS tiap tingkatan (dari II-A ke II-B dari II-B ke II-C dan seterusnya) yaitu empat tahun sekali dan dimungkinkan kenaikan pangkat dapat dipercepat dengan kesetaraan pangkat. Hal itu dapat dilakukan dengan menempuh pendidikan di luar jam kerja.Selain itu ada jabatan fungsional pegawai, mereka kebanyakan lebih cepat naik pangkat dari pada pejabat struktural.

FYI, lulusan S1 yang jadi PNS maka akan masuk golongan III-A, atau dalam arti selisih 8 tahun kenaikan pangkat berkala dari lulusan DIII atau 16 tahun dari lulusan DI. Jadi untuk sama golongan pangkatnya dengan lulusan S1, lulusan D1 harus bekerja 16 tahun dulu (apabila tidak melanjutkan kuliah).

Pendapatan
Gaji pokok pegawai II-A dengan masa kerja 0 tahun adalah 1,5 juta. kalo misal ditempatkan di Direktorat Jendral Pajak, maka akan mendapatkan tunjangan sekitar 2,6 juta. cukup tinggi bukan totalnya? selisih 'take home pay' dengan lulusan D3 cuma sekitar 800ribu (sama2 pegawai pajaknya fresh graduate). Untuk anak 18 tahun, pendapatan > 4 juta per bulan itu udah gede banget.

Kuliah Lagi
1. D3-khusus
Tiap tahun STAN juga mengadakan USM khusus anak D1 STAN (ga tau kalo taun depan, ada ga). jadi peserta USM adalah anak D1 STAN untuk dapat masuk D3-khusus. apabila diterima, maka akan kuliah dengan masih ber-status sebagai pegawai tapi ga kerja selama kuliah, tetep dapet gaji (walaupun, kalo ga salah, ga dapet tunjangan). tempat kuliah di kampus STAN Bintaro juga. (mending ga usah banyak tanya tentang D3-khusus, capek jelasinnya).

2. Kuliah biasa
kalo mau nerusin kuliah juga bisa, tapi ngambil yang sabtu-minggu. karena senin-jumat kan kerja. FYI, alumni STAN banyak yang ngambil jalan ini pula.

Plus-minus
plus (+)
1. Pastinya lebih cepat, cocok buat yang punya butuh mendesak (contoh: mesti segera biayai kuliah adek²nya)
2. Cuma melewati 2 kali masa smester, berarti tekanan frekuensi DO cuma dikit/bentar
3. Hemat umur
4. Beda take home pay dengan lulusan D3 cuma 800 ribu (fresh graduated, instansi Pajak)

minus (-)
1. Pangkat rendah
2. Kurang gengsi (buat yang gengsian)